Rabu, 17 November 2010

Keanekaragaman Budaya Lokal DIY

Potensi pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang sudah tidak diragukan lagi. Kawasan Malioboro dan Keraton Ngayogyakarta hingga kini tetap masih jadi primadona. Ini dapat dilihat dari kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara yang terus mengalir mendatangi dua kawasan ini.

Selain dua tempat primadona ini, DIY ternyata juga memiliki 75 desa wisata yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota, yang berpotensi dikembangkan menjadi barometer tumbuhnya perekonomian lokal yang semakin kuat.

Meski jumlahnya banyak, rupanya tidak sedikit dari keberadaan desa wisata itu hanya dikelola seadanya, tanpa mendapat sentuhan menajemen dan pengelolaan secara profesional.
Pada hal jika dimaksimalkan, DIY tidak lagi hanya mengandalkan pasar wisatawan kawasan Malioboro maupun Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat saja.
 
Harapannya potensi desa wisata yang menawarkan berbagai keanekaragaman wisata budaya lokal itu, bisa menjadi objek wisata alternatif, meski hingga kini belum bisa meraih pasar wisatawan sesuai yang diharapkan.
 
Melihat kondisi seperti itu, tampaknya mengharuskan Dinas Pariwisata Provinsi DIY perlu secepatnya mengatur sekaligus menerapkan standarisasi desa wisata tersebut.
Hal ini penting agar masing-masing desa wisata tidak mengklaim sebagai sebuah desa wisata, sebelum sarana dan prasarananya memenuhi standar.
 
Berikut ini beberapa tempat wisata budaya yang terdapat di Yogyakarta. Kampung Wisata Dipowinatan memang tergolong baru sejak diproklamirkan pada 4 November 2006 lalu.
Sepintas jika anda tidak memperhatikan dengan seksama kampung Dipowinatan, tampak sama seperti halnya kampug lainnya yang ada diperkotaan.

Namun jika anda masuk kampung Dipowinatan anggapan tersebut akan dapat anda tepis. Selain lingkungan yang tertata rapi dan juga bersih juga kehidupan sosiokultur masyarakat yang tetap menjaga tradisi menjadi daya tari tersendiri.

Konsep yang ditawarkan ialah Blusukan dan bertamu disebuah keluarga Jawa. Dimana wisatawan dalam bertamu harus menggunakan pakaian jawa dan juga wisatawan akan dijamu dengan kuliner khas Jawa.

Selain itu wisatawan juga disajikan wisata pengalaman batin yang dikemas dalam reality life,dimana wisatawan diajak menyelami sekaligus menikmati rutinitas kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Contohnya jika ada warga yang menggelar pernikahan, wisatawan yang mendatangi tempat ini diajak jagong dengan cara Jawa dan juga memberikan sumbangan, bahkan juga wisatawan ikut rewang.

Selain itu juga ada paket Enjoy the Culture yaitu paket menikmati suasana dalam menikmati sebuah pentas kesenian dan berbagai atraksi yang penuh dengan nilai-nilai tradisi.
Sumber : matanews.com





0 komentar:

Poskan Komentar